Sunday, August 31, 2008

The Koruptor

Paket Puas untuk para Koruptor
Hidangan istimewa tiada duanya
Santapan lezat nan nikmat
Edisi
spesial untuk para Koruptor

Dapat dinikmati untuk:
  • Sarapan pagi
  • Makan siang
  • Cemilan di sore hari
  • Makan malam




Semoga kalian sadar...

Tuesday, August 26, 2008

Mita and Denny


I pronounce you, Mita and Denny





Happily ever after for both of you...

Thursday, August 21, 2008

Bandung - 20080820

Kaya'nya lebih enak tanggal itu ditulis 20082008, duplikat gitu, hehe. Anyway, hari Rabu tanggal segitu pergi ke Bandung karena ada miting utk salah satu proyek. Karena mitingnya siang, jdnya bisa naek kereta, sekalian nostalgila, hehe...

Berangkat hitamputih
Pulang warnawarni




















Sebenernya pulang pengen ngejer naek Argo Gede yang jam 16.15, ngejer maen tennis jam 7 malem, tapi apa daya.. nyampe stasiun jam 16.20 *telat 5 menit, hiks..*. Jadinya naek Parahyangan lagi yang jam 17.05, sempet sih maen tennis, tapi cmn 1,5 jam.
Yang kiri pake Normal-normal nanggung *kamsud??*, yang kanan Tungsten.


Monday, August 18, 2008

HUT RI ke 63 di RT.04/Rw.09, Rawamangun - #2

Ok, lanjut dari cerita sebelumnya. Setelah dengan segenap hati yang tulus untuk menyeleksi 795 foto (acara 2 hari aja ampe sebanyak itu..??), inilah dia poto-potonya.


Tanggal 17 Agustus 2008, Sore

RW 09 mengadakan lomba karnaval yang pesertanya dari RT 01 s/d RT 07. Entah tema-nya apa untuk tahun ini, yang penting RT 04 harus rame, uhuy!

Kita siapin semua, mulai dari kostum daerah, sepeda super rakitan dengan berbagai macem bentuk (sepeda kupu-kupu, sepeda bajaj, ... entahlah). Bahkan ampe ada yang niat gundulin kepalanya and dibikin potongan ala mohak 17. Tapi tetep.... kita hanya menyandang juara 2 saja. Hiks...








Tanggal 17 Agustus 2008, Malem

Kali ini acara RT 04, yaitu karaoke. Semua peserta diberi kesempatan untuk menyanyikan 2 lagu, yaitu 1 lagu wajib dari panitia dan 1 lagu bebas. Lagu bebas boleh bawa CD karaoke masing-masing. Lomba karaoke-nya baru beres jam 1/2 1 pagi, dilanjutkan dengan ronda malam *wink-wink*



Tanggal 18 agustus 2008, Pagi menjelang Siang

Seperti halnya lomba 17an, RT 04 juga ngadaian lomba-lomba yang sering diperlombakan *halah*. Gw rada-rada telat datengnya, maklum... baru bangun jam 8, hehe. Langsung aja, here's the photos.

Lomba makan kerupuk.







Lomba masukin air ke botol.



Lomba masukin sumpit ke botol.



Lomba balap karung.



Lomba dandan estafet.



Lomba joget bola.



Intinya, acara seru, rame, dan penuh keringat.




Met HUT RI ke 63, semoga merdeka selalu

HUT RI ke 63 di RT.04/Rw.09, Rawamangun - #1

Dulu waktu masih bocah, gw yang jadi peserta lomba di lingkungan RT. Nah, sekarang udah saatnya jadi panitia, hehe. Adapun acara-acaranya sbb:

  1. Acara RW.09:
    • karnaval keliling RW
    • tarik tambang RW
    • panjat pohon pisang RW (untuk bocah-bocah)

  2. Acara RT.04
    • karaoke
    • lomba 17an yg macem-macem

Berhubung poto-potonya buanyak buener, jadinya gw cuman skimming aja untuk dibikin poto bergambar, lagi iseng soalnya, hehe. Gw salut sama yg biasa bikin story board, susah-ribet-bin-capek ternyata ya, huff...

Well, ini hasil isengnya, hehe





Untuk dokumentasi acara 17an lainnya, ntar gw posting di chapter berikutnya.


Tuesday, August 12, 2008

1/2 Roll - 20080812

Malem-malem, pulang kantor, kelaperan. Jadilah gw pesen migoreng pake telor pake sayur pake teh manis anget. Daripada ntar gw pingsan dijalan gara-gara kelaperan, ya gak? Lumayan lah daripada lumanyun *gak nyambung*.

Karena hari ini bawa tustel ke kantor, jadilah gw poto-poto sepanjang jalan pulang. Lumayan lah daripada lumanyun *gak nyambung*.

Gak pake lama, kokang, jepret!








Setelah deket-deket rumah langsung sms si Diwa, mau mampir kerumah untuk balikin properti. Pas nyampe, langsung ngajak hunting 1/2 roll sekitaran rumah gw, so..?? tarik maangg!!

Ganti baju, lalu... berangkaatt!!




Ini dia si tersangka yang ngajak-ngajak hunting 1/2 roll.



Dan terakhir, ketidaksengajaan pun hadir







Sekian!

Monday, August 11, 2008

Jakarta This Morning - 20080812

Woke up at 4.45 AM this morning to pray (Shubuh) and heard it's rainy outside. I took a sit in front of my bathroom, felt the rain and washed my face with it.

Finishing my pray and then continuing my sleep.

Another woke up at 6.18 to take a bath. *still raining*
Breakfast at 6.45. *still raining*
And it's still raining along my trip to office *did I write "trip"? haha*

I heard on radio that the favourite topic in this morning is traffic jam. It happens everywhere in Jakarta, and everyone was blaming the rain as the cause of it.

The sun was covered by thick clouds, so I can't see it clearly. I took this picture (below) around 7.00 AM, while waiting my bus.



And took some pictures near my office.





While, can say that I'm happy when it rains, hehe

Weekend - 20080811

Beres dari hunting sendirian, gw langsung meluncur ke SenCi (Senayan City) untuk ketemuan sama Cita and Naya. Janjian ketemuan di Shusi Tei. Setelah nyampe, gw muter-muter dulu, soalnya mereka belom dateng. Dan gw menemukan counter majalah Concept *lucky me!*. Disana dijual edisi-edisi lawasnya yang memang gw cari.

"Mas, lagi ada paket nih, beli 3 dapet map Concept seharga 100 ribu."
"*Jiwa Padang keluar*Yah, gak 100 dapet 4 mba?"

Akhirnya gw tetep beli dengan harga 100 ribu *gak jago nawar*. Trus gw coba jalan ke hall utamanya, soalnya kedengeran lagi ada acara. Ternyata eh ternyata, lagi ada pameran desain.. *tring-tring, lucky me!*. Gw kiterin itu semua, keren-keren desainnyaaaa.... Arrrgghhh.. Pengeeenn....

Setelah puas, lanjut ke Shushi Tei untuk mesen tempat. Sambil nunggu mereka, sedikit jepret-jepret.










Dan akhirnya mereka datang. Semua makan, semua senang. Ini foto dari kedua tersangka tersebut. Naya (kiri) dan Cita (kanan). *Maap ya, focusnya ditangan =P*



Setelah kenyang and ngobrol sepuasnya, kita lanjut muter-muter sampai jam 1/2 5. Trus saya pamit pulang duluan. Sholat dulu di musholla executive, baru balik.

Ditengah perjalanan kepikiran untuk foto disekitar prumpung, jatinegara & rawamangun. Kenapa? Soalnya matahari lagi oks banget. Lagian dari dulu kepengen banget foto halte busway rawamangun, cuman gak kesampean terus *haha, norax bo*. Here the photos.










Nah, ini terakhir foto haltenya. Agak lama nungguin jalanan sepi. yaa.. sekitar 15 mnt lah untuk nunggu jalanan sepi.



Kapan-kapan ntar kita explore lagi itu halte busway Rawamangun, hehe.

Sunday, August 10, 2008

Rawamangun #1

Rawamangun Muka, 20080809
Mencoba untuk berbahasa serius dot kom

Saya lahir dan besar di Rawamangun *siapa nanya*, meskipun sempat berpindah-pindah sewaktu TK hingga kelas 4 SD. Daerah ini termasuk lambat dalam hal berkembang, tidak seperti daerah tetangganya yaitu Kelapa Gading. Sejak kecil, hanya ada beberapa gedung/ruko/mall saja yang dibangun, bahkan bisa dihitung dengan jari 1 tangan.

Seandainya saja saya punya dokumentasi mengenai Rawamangun saat saya kecil, mungkin akan sangat membantu untuk melihat jalannya perkembangan daerah ini, sayangnya… saya gak punya. Oleh karena ini dan itu, saya ingin mencoba mendokumentasikan daerah Rawamangun sebelum saya beranjak tua atau tiada *hening*. Sesi Rawamangun ini akan dibagi sesuai dengan pembagian peta di Cyber Map

Hari Sabtu tanggal 9 Agustus 2008, saya mencoba untuk memulai dari seputar Pasar Sunan Giri sampai perempatan lampu merah Mega. Sepanjang jalan ini sangat sumpek dan ramai karena terdapat Pasar, Rumah Makan, 2 Sekolahan, dan Halte Perempatan Mega Semrawut.


Peta Rawamangun 1

Sedikit membahas kemacetan di Rawamangun


Macet paling parah adalah ketika pagi-pagi dimana anak-anak bersekolah. Kenapa parah? Karena anak-anak tersebut diantar oleh keluarga mereka sampai ke pintu masuk sekolah. Bayangkan, 1 anak = 1 mobil. Jadi cukup kebayang macetnya seperti apa. Dan itu terus berulang mulai hari Senin hingga Jumat. Itupun baru dari 2 sekolah saja, belum termasuk Lab School yang terdapat di jalan Pemuda. Memang Lab School tidak berada di dekat Pasar Sunangiri, tapi sangat-sangat mempengaruhi trafik di jalan Pemuda. Jika macet dari Lab School sudah mencapai perempatan Mega, maka kendaraan dari Pasar Sunangiri tidak dapat bergerak.

Balik ke cerita sebelumnya

Pak Marasakti Daulay (MD), salah seorang penjual di dekat Pasar Sunan Giri, sedang merapikan barang dagangannya, yaitu poster-poster dan bendera Merah-Putih. Saya sedikit bertanya-tanya tentang kehidupannya.

HF: ”Pak, aslinya orang mana ya?”
MD: ”Saya sebenernya bukan orang sini dek, asli dari Sumatra Utara, Medan”
HF: ”Ooo… sejak kapan Pak, merantau ke Jakarta”
MD: ”Dulu saya pertama kali ke Jakarta itu tahun 1974, mungkin adek belum lahir kayaknya?” *Si Bapak tersenyum*
HF: ”Hehe, belum pak, kayaknya saya masih RAPBN. Trus, mulai kapan jualan di Jakarta?”
MD: ”Hmm, itu tahun 1984, waktu itu ikut-ikut saudara jualan, dan itu sudah tinggal di Rawamangun”
HF: ”Kalo diliat-liat nih Pak, jualannya macem-macem ya… Kayak warung serba ada”
MD: “Iya dek. Bapak jualan tergantung acara yang lagi rame. Kayak sekarang mau 17an, ya Bapak jualan Bendera juga. Lebih banyak ngikutin kegiatan acaranya anak-anak sekolahan. Mereka butuh barang, saya yang siapin dan jualin.”
HF: “Hoo.. Pak, sebenernya kan sebelah ada pasar, kenapa gak coba buka Toko disana Pak?”
MD: “Dulu sempet buka toko disana, beberapa bulan gitu, tapi saya tutup lagi, lebih gede duit keluar buat bayar sewa toko dibanding uang yang masuk.”

*Ada anak kecil datang trus cium tangan Pak MD*

MD: “Itu anak saya paling kecil”
HF: “Hoho… wah wah, hebbaatt… Emang udah punya berapa anak Pak?”
MD: “4. 2 sudah berkeluarga, 1 lagi kuliah, 1 lagi yang barusan, masih SD, sekolahnya ya ini *sambil nunjuk Sekolah disebelah (Diponegoro)*”
HF: “HEBBAATTT PAK!!! *dalem hati takjub*. Trus nih Pak, buka warung dari jam berapa?”
MD: “Karena rumah deket sini *sambil nunjuk gang kecil disebelah*, jadi buka mulai sekitaran jam 11 siang, trus tutup jam 10 malem, gak repot kayak pedangan lain, musti berangkat pagi-pagi”



Kemudian saya pamitan dengan Pak MD untuk lanjut berkelana *hayah*

Sesampainya di perempatan Mega, saya masuk ke salah satu gang kecil yang sering saya liat ketika melawati perempatan ini. Ada 2 bapak-bapak sedang sibuk merapikan kertas dan karton untuk dipampatkan, dan banyak anak-anak kecil yang bertebaran *apa coba*.

Keluarin tustel, kokang, jepret!







Seperti halnya manusia, mereka semua bertanya buat apa saya ambil-ambil foto, bayar apa gak. Mungkin karena mereka takut atau parno kalau ada seseorang yang mencoba mengambil gambar mereka. Kemudian saya coba jelaskan sedikit bahwa foto-foto ini untuk koleksi pribadi *penjelasan yang paling gampang dan mudah dimengerti*. Setelah dijelaskan sedikit, barulah mereka berubah menjadi barbar, minta difoto!





Awalnya cuma 6 anak kecil yang ikutan foto.. Dan pada akhirnya jadi sekitar 13 bocah-bocah ikut nimbrung *mulai mengambil kata-kata yang tidak lazim, hehe*

















Setelah mengitari daerah ini, saya sedikit menyimpulkan seperti apa kerjaan warga-warga disini:
  • Pengamen (karena ada beberapa rumah yang menyimpan gitar, kecrekan dari aqua, custom drum)
  • Pemulung kertas, karton dan plastik
  • Pedagang makanan yang bergerobak, sepert bubur ayam, rujak dll.
  • Penjaga, tukang bersih-bersih dan penggali kuburan.
  • Tukang cuci mobil dan motor
  • Tukang las
  • Sisanya kurang tau

Seperti halnya manusia biasa, anak-anak tersebut ingin sekali difoto. Jadi mereka ikut kemanapun saya jalan. Awalnya malu-malu, tapi lama kelamaan mereka ngelunjak, hehe. Sampai niat mengeluarkan semua properti pribadi mereka. Satu lagi yang dapat saya simpulkan, warga-warga sini adalah The Jakmania.

Ibu-ibupun tak luput dari lensa. Mereka saya jepret juga, bahkan ternyata mereka pengen difoto dari awal, hehe. Respon yang keluar pertama kali saat saya ingin mengambil gambar Ibu-ibu itu adalah

Asyeekk, difoto……








Sekian dulu untuk kisah Rawamangun, lanjut lagi disesi berikutnya.

Thursday, August 7, 2008

Rumah dan Anak Manggarai

Pasti sering denger lirik ini:

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu

Anak ini merupakan salah satu penghuni stasiun kereta api Manggarai. Dia bersama teman-temannya nampak sedang bermain disekitar rel kereta bagian tengah. Sekolah atau tidak, saya pun kurang tahu. Mereka terlihat seperti tidak peduli dengan kehadiran saya disana, seperti sudah biasa melihat tukang foto keliling.



Setelah berputar-putar sekitaran manggarai, saya pun mampir ke mushola untuk sholat dzuhur. Setelah beres, lanjut dengan mengokang kamera ke arah sebuah rumah kecil.


SHMCNAST

Singer..
Happier..
More productive..
Comfortable..
Not drinking to much..
A pig in a cage..
See u in alabama...



Thank you

The Lion Sleeps Tonight

In the jungle the mighty jungle the lion sleeps tonight
Near the village the peaceful village the lion sleeps tonight
Hush my darling, don't fear my darling. The lion sleeps tonight


Day By Day

I'm in love with you
はじめてのこと 見たことないの
少しだけ きっかけくれたなら

オレンジの空 見つめてる
かなわないのかな このまま
気づかないで 今はまだ

I'm in love with you
はじめてのこと 見たことないの
少しだけ きっかけくれたなら

小さな女の子
はじめてのひとつだけ



I'm in love with you
hajimete no koto mita koto nai no
sukoshi dake kikkake kureta nara

ORENJI no sora mitsumete'ru
kanawanai no kana kono mama
kidzukanaide ima wa mada

I'm in love with you
hajimete no koto mita koto nai no
sukoshi dake kikkake kureta nara

chiisa na onna no ko
hajimete no hitotsu dake


Seven Days Without Laughter Make One Weak

Is it? Or just me...

Wednesday, August 6, 2008

Kemang Bazar

3 Agustus 2008, beberapa personil campursari yang terdiri dari:
  • Yani
  • Vita
  • Ika
  • Kipenk (jaga kios dibazar)
  • MySelf
pergi ke Kemang Bazar yang dilaksanakan tiap 1thn sekali (CMIIW). Kali ini tema dari BazKem (baca: Bazar Kemang) adalah Go Green. Bazar yang dilaksanakan 2 hari berturut-turut, yaitu Sabtu dan Minggu, dimulai sejak pukul 09.00 s/d 22.00 WIB (CMIIWA). Dan kita memilih untuk kesana pada hari Minggu saja.

Ok, tema boleh Go Green, tapi yang terlihat justru kurang Green. Kenapa? Ya, karena terlalu banyak sampah yang bertebaran disana. Padahal cukup banyak tempat sampah yang tersedia, bahkan tiap-tiap tempat sampah sudah dikategorikan, yaitu untuk sampah kering dan sampah basah. Lagi-lagi, level kesadaran tiap manusia untuk menjaga kebersihan memang beda-beda, tapi ya tolong donk, jangan buang sampah sembarangan. Hmff...

Back to campursari

Kumpul di Pasaraya Blok-M jam 13.00 dengan sedikit makan siang di food court-nya. Beres urusan disana, langsung menuju TKP naik Taksi, yaitu BazKem. Sesampainya disana (kita turun deket KFC) langsung semua bernarcis ria.




















Setelah sedikit berjalan-jalan, ternyata banyak bule yang ikutan hadir dibazar kemang tersebut. Karena skin tone *haayyyaahhh* mereka cukup empuk *hayah5x*, gw mencoba untuk mengabadikan salah satu bule. Dan harusnya gw kenalan ama dia, minta nomor hengpong, siapa tau berminat jadi objek-objek foto, hehe.




Akhirnya sampai juga dikios-nya kipenk. Ika, Vita dan Yani mengubek-ubek barang dagangan si Kipenk, sedangkan gw... tetep dibagian dokumentasi.













Setelah puas dengan jalan-jalan, muter-muter, makan soto mie, dan nemenin vita ke salon, akhirnya berhenti di Kemcik (CMIIW) untuk makan malem. Tak lupa, dokumentasi gw harus diabadikan, hahahaha...


This photo was taken by Vita

NE2

Bus langganan pergi-kadang pulang-pergi kantor.

Bus ini sebenarnya cukup "eksotik", tapi... karena tidak didukung oleh managed service yang optimal, jadilah ini seperti kotak-tua-yang-memiliki-roda.

Penumpang suka seenaknya ngebuang sampah di dalam bus

Coba bayangkan, jika tiap 1 dari 7 orang di dalam bus NE2 membuang sampah, maka look and feel dari bus tersebut akan drop dan berkesan jorok. Pernah saya tegur seorang wanita yang membuang sisa gelas plastik air minum mineral, dengan menjelaskan "bagaimana jika ada seseorang yang membuang sampah sembarangan di rumah/kost-an/kamar mba, apa yang mba rasakan?".

Seandainya tiap-tiap manusia sadar akan kebersihan, mungkin bukan hanya NE2 yang bisa bersih, Bumi pun juga.


Cilincing - 20080730

Bangun pagi pas adzan shubuh. Gosok gigi, ambil wudhu, sholat subuh, and then preparing to go to Cilincing, Jakarta Utara. Being a single hunter that day.

Mulai perhuntingan dengan mengarah kebagian selatan, dimana banyak perahu yang parkir untuk mengangkut hasil tangkapan ke pasar. Jual beli dilakukan dengan cukup cepat, yang sepertinya memang sudah menjadi seperti rutinitas sehari-hari antara nelayan dan pedagang. Nelayan-nelayan tersebut bertugas mengangkat hasil tangkapannya, pedagang menawar hasil tangkapannya, dan seorang asisten pedagang mencatat semua transaksinya. Dan sepertinya semua pedagang sangat mengetahui trik saat membeli hasil tangkapan sang nelayan, yaitu "mas, airnya dibuang dulu dari ember".




Untuk pedagang yang memiliki lahan lebih besar, mereka langsung memilah-milah hasil laut yang telah dibeli ke masing-masing kotak. Tentunya mereka juga mem-filter kualitas dari hasil laut tersebut.



Dan ini adalah pusat dari pasar ikan Cilincing, dimana interaksi antar pedagang dan pembeli (orang umum) terjadi. Disini calon pembeli dapat membeli hasil laut untuk partai kecil maupun partai besar, dan pastinya tidak berbau partai politik *meskipun banyak yang menggunakan kaos partai*.









Kemudian saya coba mengitari district bagian timur, yaitu seberang dari pasar. Disana terdapat banyak anak-anak, yang sepertinya didominasi oleh anak-anak nelayan. Cukup kaget mendengar komentar mereka saat pertama kali saya mencoba mengambil gambar mereka.

"Dek, ayo baris, mau difoto nih.."
"Gak ah kak, saya gak punya duit"
"Loh?"
"Iya, pasti bayar, ntar kakak minta duit lagi"

Ya, itu respon dari mereka. Ok, saya pun tidak memaksa. Kemudian disana ada seorang balita, yang baru saja mandi pagi nampaknya, karena bedak belepotan *bahasa gw ngaco* diwajahnya.

Kokang kamera, CPRET!

Hehe, anak itu ketawa... Lanjut, sampai 3x jepret-jepret. Maksud saya jepret anak tersebut untuk menjelaskan ke anak-anak lain bahwa foto bersama kak Hopy *hayah* itu GRETONG a.k.a GRATIS. Dan hasilnya, mereka semua super setuju untuk minta difoto, yang akhirnya mereka ketagihan minta difoto. Kemanapun saya pergi, mereka ikut/ngekor *lagi-lagi bahasa aneh*.










A Blind Photographer - Pete Eckert

I am a totally blind person. But by memorizing the event of taking photos using sound and touch I have a clear minds eye view of my work. I could do conceptual art by showing the contact sheets and a do a write-up about the event of shooting the photos. This would eliminate sighted people from my process. I don't. I want to interact with sighted people. I am trying to cut a path as a blind artist. By interacting with sighted people I am building bridges. My work makes people question their assumptions. By sharpening my other senses and translating what I hear helps my skills. I can see again. I am not trying to depict the sighted work. I am trying to show the world I now see using my other senses. My memories, emotions, as well as sound and touch play a part. Some people don't think I am blind after looking at my work. I am a visual person, I just can't see.
~Pete Eckert~


Taken from here

Well, can't say anything after saw his works. The emotion is so deep. Now I can say that I'm just an ordinary people who just take an ordinary picture.

Dark Companion

Another round for my dark companion
The view from here is crowded now
I raise my glass
My doppelganger smiles at me
From across the room

Another round for my dark companion


Car Free Day + Hari Anak Nasional

Car Free Day yang biasa dilaksanakan minggu ke-4 tiap bulannya, kali ini dibarengi dengan perayaan Hari Anak Nasional. Kedua event tersebut dilaksanakan tanggal 27 Juli 2008. Pusat acara berada diantara Thamrin hingga Bundaran HI. Berikut beberapa fotonya.





             








             












Fire Cracker

Hasil beli petasan air mancur dan kembang api. Beberapa sudah masuk angin karena ditaruh diruangan yang ber-AC. So, all I can do is.. Nyalakan dan mainkan!














Tuesday, August 5, 2008

Survey Kota Tua

Hari Minggu, yang seharusnya ada dirumah untuk tidur dengan tenang, gw dan Ika pergi ke daerah Kota Tua, Jakarta. Gw minta tolong temenin liat-liat daerah situ untuk beli petasan dan survey tempat untuk foto-foto campursari. Berangkat dari rumah jam 9.30 WIB buat janjian ketemuan di daerah Priuk. Karena ada keadaan darurat yang tiba-tiba, Sindu -adeknya Ika- pingsan, jadinya gw jemput Ika kerumahnya. Lumayan bikin freak out sih denger beritanya, tapi memang itu salah satu effect dari penyakitnya Sindu.

Tiba dilokasi, yaitu Kota, kita muter-muter untuk liat spot. Ternyata cukup rame juga hari minggu itu, cukup banyak aktivitas disana. Mulai dari ada klub photography yang sedang jepret-jepret model, sampai ada pembuatan video clip.




             


Setelah muter-muter, kita istirahat sebentar di depan museum Fatahillah. Ika pengen coba jepret-jepret and kokang-kokang shutter tustel, jadilah sedikit sharing ilmu saat itu, hehe. Dengan berbekal ilmu seadanya, gw nyoba untuk menjelaskan sedikit fungsi tustel. Setelah bla-bla-bla-bla dan utak-atik-utak-atik, akhirnya Ika mulai bisa mengoperasikan tustel gw.

CONGRATZ!!
Lumayan, jadinya gw bisa bernarcis sedikit di depan kamera, hehe.




Lanjut kita muterin daerah itu sampai keujung-ujung, yang akhirnya berhenti disebuah gedung yang ternyata biasa disewain dengan tarif Rp. 50.000/jam. Tapi kaya'nya masih bisa ditawar tuh, jadi 50rb atawa 100rb per hari, hehe.

Jam 13.00 WIB langsung kita cabut dari Kota menuju arah Priuk lagi, yaitu rumah Ika. Sepanjang jalan tustel ada di dia. Jepret-jepret sepanjang jalan mulai dari Kota, jalan Tol sampe deket rumah. Sampe dirumahnya, numpang cuci muka and sholat dzuhur. Trus dipaksa nyokapnya makan siang Soto Ayam, yang akhirnya diterima dengan senang hati *udah laper berat* hehe. SMP, Setelah Makan Pulang.


Ini tersangka yang bernama Ika Loekita Ningdyah

Bandung - 20080712

Yup, jalan-jalan ke Bandung sekalian take some snaps. Total hanya berEmpat:
  • K' Deni
  • Mithun
  • Kipenk (met at Bandung)
  • MySelf
Berangkat hari Sabtu, 12 Juli 2008, dari Jakarta. Langsung ke BuahBatu jemput kipenk.





Muter-muter di Bandung seharian penuh sampai pagi buta. Mulai dari hunting baju, hunting makanan, sampai hunting tempat untuk ber-narcis ria, hehe. Lumayan bikin encok. Tempat-tempat yang dikunjungi:
  • Seputaran rumah K'Deni (banyak tempat makan)
  • Rumah Kebon
  • The View (mau foto disini ternyata bayar)


Cerita sedikit pas di The View
Lagi asik muter-muter, liat-liat view, foto-foto narcis, eh.. ketangkep lango a.k.a satpam setempat. Ditegor supaya kalau mau foto-foto musti ijin dulu ke manajemen. Karena penasaran, kita coba iseng tanya-tanya. Langsung dikasih kertas print-an yang isinya list harga kalo mau foto-foto di The View. Ternyata semua spot di daerah situ sudah dipantengin harga, ckckck...




The Night and The Light

That day, I went to Klender with my brother (Rizky Triananda). Both of us just wanted to enjoy the night view.












Back to Top

Images, Photos and Words by Hopy Familianto ©2009